postingan yang tertunda

Setelah hampir kurang lebih 3 tahun ngga pernah buka-buka blog ini lagi, ternyata aku menemukan tulisan ini di draft, tulisan yang belum sempat ter-posting. sayang rasanya kalau dibiarkan saja, jadi yaaa posting aja deh :)


Pada akhirnya, kecantikan dan ketampanan rupa akan memudar, raga akan semakin melemah. Tetapi iman akan selalu mengarahkan ke jalan yang benar, pikiran akan mematang, kebaikan hati akan terus menenangkan, pengertian dan kesetiaan akan membahagiakan. Lantas apakah yang menjadi prioritasmu dalam menentukan pasangan hidup?
mungkin menurut teman saya tulisan ini terlalu dewasa, tapi saya hanya menuliskan apa yang ingin saya tulis. apakah kedewasaan diukur dengan umur? tak bolehkah saya memikirkan hal dewasa pada umur 19 tahun? dimana tetangga saya diumur tersebut sudah memiliki anak perempuan berumur 1 tahun. Yang ada di pikiran saya sudah sewajarnya saya menyelesaikan studi S1 saya dahulu sebelum ke jenjang pernikahan seperti kedua orang tua saya.

Tujuan tulisan ini sebenarnya saya ingin membuat surat untuk suami saya kelak..
Baiklah
Ehm.

Minggu, 23 juni 2014. 12.40 AM.

Dear suamiku kelak,
aku tidak sabar menunggu hari kapan kita akan dipertemukan, tapi mungkin saja aku akan lupa pada hari itu karena hari itu sama seperti hari biasanya dan tidak ada yang spesial, atau mungkin aku akan selalu ingat hari itu karena hari itu juga bersamaan dengan hari yang bersejarah atau hari yang bermomentum dalam hidupku, atau mungkin kita dipertemukan dengan cara yang berbeda mengingat sudah sangat majunya teknologi di dunia ini. Entahlah kapan, dimana atau bagaimana kita dipertemukan nanti aku akan sangat bersyukur akan waktu itu.
Aku harap kamu adalah sosok yang taat beragama, yang akan selalu membimbingku di jalanNya, yang mencintaiku karenaNya. Karena aku ingin pernikahan kita kelak bukan hanya dunia saja tapi hingga ke Jannah.
Aku harap kamu adalah sosok yang setia, mencintaiku apa adanya dan menyayangiku setulus hati. Begitu pun juga diriku padamu.
Aku harap kamu adalah sosok yang yang pengertian dan perhatian. Mengerti dan memahami perasaanku, mengerti dan memahami anak-anak kita kelak, mengerti dan memahami keluarga kita. Perhatian dan peduli padaku, pada anak-anak kita kelak, pada orang tua kita, pada orang yang kurang mampu, pada anak yatim, pada pendidikan, pada negeri ini, pada kesehatanmu dan yang paling penting pada keimananmu.

Salam hangat,

Vira, 19 tahun.

Comments

Popular posts from this blog

new tittle, mahasiswa :'D

Favorite Movie Quotes

reckless choice